"Ayah Boleh tidak aku merayakan ulang Tahun ku"
"Untuk apa ? kita tak ada tradisi seperti itu"
"Ayahh ! hanya sekali ini saja untuk merayakan ulang tahun ku yang ke-tujuh belas "
ya ampun anak muda zaman sekarang, tapi tak zaman sekarang juga sih, dulu teman-teman ku yang perempuan juga begitu ketika umur menapak di usia tujuh belas mereka merayakannya. hanya tujuh belas, sebelum dan sesudah itu tidak dirayakan lagi
"Berapa Orang yang mau kau undang ? "
"aku hanya mengundang sahabat dekatku saja ko pa boleh kan ?"
"nanti teman kamu yang lain iri gimana ?"
"kan yang tahu hari ulang tahun ku cuma beberapa anak, terutama sahabat-sahabat ku saja, boleh ya pa ?"
"hanya delapan orang ya ? semuanya perempuan ?
"tidak ayah mereka berpasang-pasangan"
"waduh bisa pergaulan bebas, bahaya ah jangan "
"aku jamin ngga ada yang begitu pa, mereka adalah anak-anak anti sosial, ya jadi ngga gaul gitu pa"
"ihh, ternyata kamu sahabatan sama mereka kamu salah satu dari mereka ya ?
"ngga juga sih, aku pengen kasih kejutan ke mereka aja pa"
"Lhoo ?? siapa yang ulang tahun kok tamunya yang malah di kasih kejutan?"
"ya aku juga ga tau pa tapi aku ngerasa bakal ada sesuatu yang seru terjadi kalau aku ngundang mereka, walau aku ngga tau itu apa"
"waduh, ayah percaya selama ini intuisi kamu kan selalu benar, ya sudah, tanya kepada temanmu boleh menginap atau tidak ?"
"untuk apa menginap pa ? jelas nanti biayanya jadi lebih besar kan ?"
"papa ingin ulang tahun kamu di rayakan out door, papa ingin kita rayainnya di ladang jagung sambil bakar-bakar jagung, seru kan ?"
"wah papa kreatif, ide bagus tuh, ya sudah aku tanya dulu sama mereka nanti aku kabarin ke papa oke ?
"sip oke deh sayang"
**********************************************
Aku sebagai ayah yang baik memastikan ke ladang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, aku melihat sepertinya akan ada sesuatu yang menyenangkan seminggu lagi, tepat seminggu lagi walaupun hari tepatnya anakku ulang tahun adalah tanggal 28 februari, tapi anak ku memilih tanggal 29 februari karena tepat hari minggu yang memudahkan mereka untuk datang.
Tapi kalau ku pikir-pikir bahaya juga ya kalau menginap, di rumah villa itu ada berapa kamar ya ?
ya asal jangan satu jenis dalam satu ruangan saja.
huh, jangan satu atap, harus beda gedung sepertinya, hmm, aku jadi repotkan, padahal Matahari juga tidak ingin yang rumit-rumit tapi aku sudah menawarkan yang 'sok kreatif' tapi tak apalah, akan ku usahakan.
Berfikir lagi, sambil menggoes sepeda dan berkeliling kebun jagung dan melewati kebun singkong, melihat-lihat, dan menelusuri jalan, yang belum ku telusuri, menggoes, diatas tanah bebatuan, untung aku menaiki sepeda gunung, untung tidak naik ontel kesayangan ku, aku baru explorasi jalan ini, cukup untuk mobil.
Menggayuh..
Hei ternyata di sini ada danau bung.
sejak kapan ?
'sejak aku belum kepikiran danau ini juga sudah ada' berbisik
aku merinding,
"Huh. Pagi-pagi sudah bikin kesal"
*****************Bersambung*****************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar