Radikal, bukan suatu pemikiran yang saya lakukan sesudah saya akil baligh, tetapi merupakan suatu pikiran yang sudah saya terapkan dari saya TK.
3 Hari sebelum hari kartini, aku bingung, guru menyuruh murid-muridnya menggunakan pakaian terbaik mereka, pakaian khas mereka atau sesuai cita" mereka, ada yang pakai baju adat biasa, ada yang pakai baju dokter, ada yang pakai baju polisi, ada yang pakai baju tentara, dan ada yang memakai baju toga yaitu yang orang tuanya berharap anaknya bisa mendapat gelar sarjana.
Aku melapor pada ibuku malam itu juga, apa yang harus aku pakai untuk hari yang bersejarah itu ? ibuku dan om ku kebetulan besok akan pergi ke pasar yang cukup besar di jakarta aku memang tak sadar apa namanya, aku tidak lupa.
Pertama aku meminta beli baju kesatria baja hitam, yang mempunyai antena depan matanya, dulu dengan riangnya aku menyebut itu tanduk, tapi baju itu sudah tidak ada lagi katanya. Oleh karena itu ibu ku menganjurkan ku untuk membeli baju batman saja, sama-sama hitam, aku pun setuju, dan sangat senang menerima baju batman, yang memiliki gerigi di sekitar hastanya, aku gembira, aku berpikir ini keren mungin ini rahasia mengapa ia sangat hebat dalam bertarung
Hari kartini tiba, mungkin sebagai pendiplomasian cita-cita dan sebagai lambang cinta budaya.
Sebelum berangkat, ada hal yang aku benci dari baju itu, hampir saja aku tak mau berangkat, yaitu memakai celana dalam merah yang mencolok, yang di pakai di luar, kalau begini bagaimana aku bisa bersembunyi dari gelap, bokongku akan mudah terdekteksi, banteng akan mengejarku. oh tidak, tapi untuk hari ini saja, aku akan mencoba.
Aku baru sadar ketika sudah sampai di tempat, kami semua berkumpul di suatu lapangan, aku melihat kesana kemari, mana super hero yang lain ? apakah ini hanya untuk episodeku saja ? ku kira akan ada liga kebenaran disini, superman mana dia ? agar aku punya teman, untuk menumpas rasa maluku ini, tapi aku bisa berjalan beriringan yang lain. diantara orang-orang biasa.
Hmm...
Aku harus menjaga jalanya acara ini, aku berpengaruh disni.
"TETAP SIAGA"
Aku melihat orang-orang di pinggir jalan, mereka semua melihatku, sambil tersenyum, anggap saja itu senyum harap, semoga acara ini berjalan dengan baik.
Aku tak melihat ibuku disana, aku juga tak melihat foto ku, siapa yang memfotoku waktu itu, aku ingin mengenang masa itu, walau malu waktu itu, tapi menjadi suatu kebanggaan dimasa mendatang.
Aku akan mencari Foto itu !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar