Nama ku Travello
Aku pasti sudah ke tempat yang sudah kau singgahi aku pernah kemana saja
aku tahu rumahmu dimana
aku tahu walaupun rumahmu sudah di gusur oleh orang orang sombong yang menggantinya dengan gedung-gedung menjulang tinggi, walau tak satupun ruang dari gedung itu untukmu.
Aku perkenalkan lagi.
Nama ku Travello
pengembara yang tak kenal dimensi waktu, aku pernah ke tahun manapun, aku menyaksikan kemerdekaan ku dengan mata kepalaku sendiri, aku ikut pertempuran yang mengasikan yang terlupakan, yang namanya Bojongkokosan, kau tau tidak, sejarah ini hilang, padahal pada perang ini aku turut ikut serta, aku menggunakan garam Turna, garam rahasia yang dimiliki suku angin untuk menciptakan tornado.
Namun ada suatu waktu yang terjadi Error time.
yaitu masa kenabian, dimana pintu langit ramai seklai oleh mahluk-mahluk yang sangat terang, aku bertanya pada salah satu dari mereka, mereka berkata "Ada parade turunya, sesuatu yang keajaiban suci dan ada sesuatu yang akan naik yang akan membuat langit merasa adil karena pernah di pijak oleh Mahluk tersayang Tuhan, karena tak cuma bumi yang dipijak, tapi langit juga ingin dipijak olehnya " aku pun menyerah untuk kemasa itu, padahal aku ingin melihat ketika dia sedang berperang, dimana dia sedang menurunkan ayat terakhir al maidah 28 ketika mereka tertawa, dengan hitungan menit mereka menangis lagi. sungguh menakjubkan.
Aku kemasa itu sebenarnya tidak sendiri, aku dan satu orang lagi menunggu di gerbang waktu, orang itu memiliki nama yang banyak, dia bisa semua bahasa, dia mengetahui semua misteri, ia tahu ia tidak bisa masuk ke gebang waktu itu, ia hanya memberi tahu ku, "sudah lah, lebih baik kau ikut aku, banyak sebenarnya tempat yang belum kau kunjungi, aku juga pengembara waktu seperti mu, namun aku sudah lebih lama menelusuri dimensi waktu, dan tempat-tempat yang penuh misteri, mau ikut dengan ku ?"
orang itu pengembara waktu juga, mukanya menyenangkan, dia tak memiliki alat berteknologi seperti ku, tapi dia adalah orang yang beramal sholeh
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu kerugian, melainkan yang berilmu dan yang beramal shaleh" aku yang berilmu dan dia yang beramal shaleh, dia terlihat cerah dan menyenangkan, kau akan serasa senang berada di didekatnya.
"hahah, kau mau tidak ? kau yakin dengan tafsirmu itu ? kau tak takut salah tafsir hah?"
dia membaca pikiran ku, aku pun menjawab ayo, tapi dalam pikiran ku
"hahah, tapi dengan banyak syarat"
apa itu ?
"kau tak boleh membawa alat-alat mu itu, karena itu akan bikin kau repot, karena akan ada masa dimana alat-alat itu hancur, walaupun tidak hancur"
hah ? aku bingung maksudnya apa tapi aku berpikir lagi
" ya sudah buat saja kisah kita masing-masing, asal ku beri tahu kita tak bisa masuk kezaman ini bagaimana puncaranya, mau kita menunggu 1 tahun sebelum parade ini dimulai, cahaya yang menembak langit ketika nabi itu lahir akan membuat kemampuan kita hilang, dan tidak hanya hilang sebenarnya, tapi kita yang akan hilang, tak tau itu di lontarkan di waktu yang lain, atau langsung sampai pada hari pembalasan, aku tak mau buang-buang waktu lagi, aku mau mengajar 9 murid ku yang berada di negeri yang sangat hijau, aku pergi dulu, pasti nanti kita bertemu lagi, namun kapan aku juga tak hau, wassalamualaikum"
"walaikum salam" sembilan murid ? sepertinya aku kenal mereka.
Nama ku Travello
aku orang yang sangat bergantung pada teknologi.
aku tahu apa itu badai matahari, itulah neraka bagi kami, tapi aku dan teman-teman ku sedang mengakali bagaimana caranya membuat teknologi kami tidak rusah karena badai indah itu, yang membuat langit seperti di tumpahi minyak merah yang ranum.
sekian perkenalan ku.
namun menurutku perkenalan tak cukup sekali.
aku akan kembali memperkenalkan diriku.
suatu hari nanti.
sebelum memulai cerita baru ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar