Daftar Blog Saya

Senin, 04 Juli 2011

Prolog : Sowa

Soltice seolah menghentikan waktu, di tengah jalan yang besar biasanya di pijaki oleh kendaraan bermesin, kali ini terlihat sangat sepi, berjalan dengan menenteng burung Hantu yang berwarna patung, jika kau meilhat burung itu kau seperti melihat patung burung, padahal itu adalah burung hantu sungguhan. dengan warna yang unik.

Soltice berjalan dengan anggunnya menuju patung legendaris kota, simbol khusus yang dibuat presiden pertama, dibuat dengan arsitektur yang menarik, tiang yang terlihat melengkung, di atasnya terdapat patung besar, patung itu seolah ingin menghentikan sesuatu besar yang akan terjadi.

Soltice sudah berada di bawah patung itu, "Upacara di mulai sayang" ucap Soltice sambil memainkan paruh burung hantunya yang unik itu. Burung itu terbang, Soltice melemparkan kantung berwarna ungu, burung itu mengambil dengan paruhnya secara cerdas agar tidak bocor, lalu dia terbang dengan sayapnya yang lebar mengelilingi patung malang tersebut, lalu burung itu terbang vertikal menjatuhkan kantung tadi, lalu mencakar kantung ungu dengan cakar ganasnya, semerbaklah serbuk pelangi yang keluar dari kantung , mengenai patung.

Soltice tersenyum, dan menyambut burung itu dengan tangan kirinya, dan tertawa melihat reaksi patung tersebut, patung tersebut menjadi berwarna, terlihat lebih hidup, tapi memang hidup, patung itu melenturkan tubuhnya yang sudah bertahun-tahun berpose yang itu-itu saja, ia butuh sedikit perenggangan.

"Tuan Sowa, akhirnya kita bertemu lagi, aku sudah menunggu saat-saat ini Tuan" kata Soltice kepada patung itu.

Dia bukan patung lagi, dia bernama Sowa, Sang Pemilik Tahta kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar